Minggu, 20 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

BURSA SAHAM: IHSG catat rekor baru

Bambang Supriyanto   -   Rabu, 13 Februari 2013, 12:21 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru pada sesi I, Rabu (13/2) dengan penguatan 31,97 poin atau 0,70% ke level 4.580,21.

Di pihak lain, nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dollar AS sebesar Rp15 atau 0,16% ke level Rp9.640/US$.

Sejak pembukaan perdagangan sesi I, IHSG langsung tancap gas hingga tembus rekor baru dalam sejarah pada penutupan sesi I. Sepanjang sesi I, IHSG ditransaksikan pada kisaran 4.551,42-4.581,54.

Penguatan IHSG pada sesi I dipicu oleh delapan sektor pembentuk IHSG yang bergerak positif yang dipimpin oleh sektor konsumen dan manufaktur. Satu sektor yang bergerak negatif adalah infrastruktur.

Sebanyak 128 saham menguat, 73 saham melemah, 96 saham tak bergerak, dan 140 saham tak diperdagangkan. Pergerakan IHSG pada sesi I ini sejalan dengan pergerakan Mayoritas bursa Asia.

Frekuensi perdagangan pada sesi I tercatat 97.427 kali dengan 6,6 juta saham senilai Rp2,43 triliun. Investor asing tercatat melakukan transaksi beli sebesar Rp1,93 triliun dengan transaksi jual sebesar Rp2,15 triliun.(msb)

Berikut data pasar selengkapnya:

Saham Pencetak Untung Terbesar:

* PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) +Rp7.000 ke Rp287.000
* PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) +Rp3.250 ke Rp71.500
* PT Gudang Garam Tbk (GGRM) +Rp600 ke Rp50.100

Saham Pencetak Rugi Terbesar:
* PT Bayan Resources Tbk (BYAN) -Rp500% ke Rp9.000
* PT XL Axiata Tbk (EXCL) -Rp200 ke Rp5.800
* PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) -Rp120 ke Rp610


Source : Achmad Aris

Editor : Other

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.