Sabtu, 23 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PROSPEK SAHAM 2013: Perbankan, Barang Konsumsi & Properti Menjanjikan

Andhina Wulandari   -   Rabu, 31 Oktober 2012, 17:48 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA -- Pengamat Pasar Modal Rudiyanto memperkirakan prospek sektor di bidang perbankan, consumer goods, dan properti akan tetap gemilang hingga 2013, sehingga tepat untuk dijadikan portofolio reksa dana berbasis saham.

“Akan ada tiga saham yang bisa jadi pilihan utama sebagai portofolio hingga 2013 yaitu Banking, Consumer Goods, dan Properti,” ujarnya, Rabu (31/10).

Rudi menuturkan sebagai sektor yang bergerak di bidang  keuangan, perbankan cukup diuntungkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik, Pasalnya hampir seluruh lini bisnis dan perekonomian terkait erat dengan keuangan, utamanya perbankan.

Demikian pula dengan saham barang konsumsi  dengan tingkat pertumbuhan PDB yang tinggi, suku bunga yang stabil dan performa ekonomi makro Indonesia yang semakin baik berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat sehingga turut mendorong kinerja saham di sektor tersebut.“Konsumsi cukup diuntungkan dengan daya beli masyarakat yang cukup tinggi.”

Untuk sektor properti, Rudiyanto yang juga merupakan Head of Operation and Business Development PT Panin Asset Management ini menilai fenomena Quantitive Easing 3 di Amerika dan Eropa yang mencetak banyak uang membuat banyak dan mengalir ke sektor rill, terutama properti.

Hal ini membuat banyak emiten properti yang mendapatkan kentungan, sebab dengan banyaknya uang yang dicetak akan menaikan harga properti.

“Sekarang banyak QE3 yang sebagian besar mengalir ke sektor rill, terutama properti, ini membuat harganya naik dan dapat mendongkrang kinerja emiten di sektor properti,” tuturnya. (if)


Editor :

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.